TEKNIK BAYI TABUNG
Teknik Bayi Tabung atau IVF / in vitro fertilisation adalah suatu teknik pembuahan sel telur yang dilakukan di luar tubuh calon ibu. Pada teknik ini, sel telur diambil dari indung telur yang kemudian dibuahi dengan sperma suami yang sudah disiapkan di laboratorium. Setelah pembuahan / fertilisasi , embrio yang terbentuk (stadium 4 - 8 sel) ditandur-alihkan / transfer ke dalam rahim ibu dan diharapkan embrio tersebut akan tumbuh sebagaimana layaknya pembuahan alamiah.

Teknik IVF / fertilisasi in vitro meliputi serangkaian pemeriksaan dan tindakan yang pada garis besarnya terdiri dari tahapan berikut : persiapan pasien, stimulasi ovarium, pengambilan sel telur, inseminasi, kultur embrio, transfer embrio yang dilakukan pada hari ke tiga / lima setelah pengambilan sel telur , dan tes kehamilan.

IVF KONVENSIONAL DAN ICSI
Teknik IVF yang sekarang banyak diaplikasikan adalah IVF konvensional dan IVF-ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection / Suntikan sperma intra sitoplasma). Pada IVF konvensional, satu sel telur diinseminasikan dengan 50 ribu - 100 ribu sperma di dalam cawan petri dengan tujuan satu sperma yang baik masuk ke dalam satu sel telur dan terjadi pembuahan/fertilisasi yang akan berkembang menjadi embrio. Sedangkan pada ICSI, satu sperma disuntikkan ke dalam satu sel telur supaya terjadi pembuahan. ICSI dilakukan bila sperma tidak dapat masuk ke dalam sel telur dengan kekuatannya sendiri (jumlah sperma hidup sangat sedikit dan kualitasnya buruk). Hampir semua masalah infertilitas karena faktor suami dapat diatasi dengan menggunakan ICSI. Selain itu, ICSI juga digunakan untuk memaksimalkan terbentuknya embrio.

INDIKASI
Teknik bayi tabung ditujukan untuk pasangan yang tidak bisa mendapatkan seorang anak dengan cara normal yang disebabkan oleh:

Faktor Suami:
  • oligospermia (jumlah sperma yang sedikit)
  • teratozoospermia (kualitas dan morfologi sperma yang kurang baik)
  • azoospermia (tidak ada sperma dalam cairan ejakulasi tapi kemungkinan ada sperma hidup di dalam epididimis atau testis)
Faktor Istri :
  • Adanya sumbatan / kerusakan saluran indung telur
  • Perlengketan pelvis yang luas
  • Endometriosis sedang sampai berat
  • Faktor gangguan ovulasi / pematangan sel telur
Faktor yang tidak diketahui penyebabnya.
Bookmark and Share
YM STATUS